Review buku: “Rumah Kertas” karangan Carlos Maria Dominguez

“…..banyak kamus lebih sering dipakai buat mengepres dan meluruskan macam-macam ketimbang dibuka-buka, dan tidak sedikit buku dipakai buat menyimpan surat-surat, uang, dan rahasia agar tersembunyi di rak. Orang rupanya juga bisa mengubah takdir buku-buku” (Hlm. 57)

Kisah tragis yang dialami oleh Bluma yang tewas tertabrak mobil saat membaca buku membawa rekannya mengunjungi Uruguay. Disana, ia menemukan sebuah kisah yang membuatnya tercengang tentang seseorang yang mencintai buku bernama Brauer.

Brauer mengumpulkan dan membeli buku apapun itu dan menyimpannya disebuah rumah yang sebenarnya luas namun kini sudah terlihat sempit dibeberapa ruanganya karena dipenuhi oleh buku-buku. Kemudian Brauer juga melakukan segala cara untuk mendapatkan buku langkah yang diinginkannya. Salah satu cara yang paling gila adalah ia menjual mobilnya hanya untuk menggunakan garasi mobil sebagai tempat buku.

Tidak hanya itu, masih banyak keunikan dan kegilaan yang dilakukan Brauer bersama ribuan buku dirumahnya. Namun, sayangnya menurut saya karena cinta yang besar pada buku, ia seolah tak memperlakukan buku sebagaimana tujuan buku itu diciptakan. Pertanyaannya, sebenarnya apa hubungan Brauer dengan Bluma dan apakah Brauer merupakan tujuan rekan Bluma ke Uruguay? Semuanya diceritakan begitu menarik di buku ini sampai tuntas.

Bagi penyuka buku, membayangkan memiliki rumah dengan ribuan buku didalamnya mungkin menjadi suatu kebanggaan terbesar dalam hidup. Namun bagaimana jika kalian mencintai buku dengan cara yang sama seperti Brauer?

Rumah Kertas ini memberikan banyak sudut pandang yang berbeda bagi setiap pembaca. Memberikan kita pemahaman yang mendalam mengenai dunia buku dan kecintaan kita terhadap buku. Buku ini saya rekomendasi bagi siapapun itu. Bagi yang baru berniat mencintai buku sampai yang telah jatuh cinta pada buku~

Iklan

Sosok Ibu di Film Wonder

Film yang diadaptasi dari sebuah novel best-seller karangan R.J Palacio berjudul Wonder menjadi salah satu film yang saya rekomendasikan untuk menonton bersama keluarga. Bahkan bisa menjadi pilihan alternatif liburan bersama anak diakhir pekan. Apalagi saat musim hujan seperti ini.

Sumber foto: instagram wonder official

Wonder mengisahkan tentang anak yang mengalami kelainan wajah sejak lahir bernama Auggie. Auggie merupakan anak kedua dari pasangan suami istri, yaitu Nate dan Isabel. Auggie juga memiliki kakak perempuan yang bernama Olivia. Suatu hari orang tua Auggie memutuskan untuk mendaftarkan anaknya di sekolah umum. Namun, awal masuk sekolah Auggie harus mengalami berbagai cobaan karena ia dianggap berbeda oleh teman-temannya. Kisah perjalanan Auggie yang harus melewati setiap cobaan di sekolah tersebut tidak terlepas dari cara orang tuanya dalam membesarkan Auggie.

Sebenarnya, saya tidak akan mengulas kisah tentang si tokoh utama dalam film ini. Misalnya, tentang bagaimana kelanjutan kisah Auggie dalam menghadapi teman-temannya, mampukah Auggie bertahan di sekolah tersebut dan sebagainya. Tapi, ada hal lain yang menarik perhatian saya untuk dibagi yaitu sikap cara seorang Ibu membesarkan anaknya, Olivia dan Auggie.

Seperti seorang Ibu pada umumnya, di film wonder ini. Ibu Auggie yang bernama Isabel memiliki karakter yang kuat. Penggambaran tentang ketulusan, kecintaan, dan kecemasan serta kegelisahan seorang ibu sangat detail. Semenjak dilahirkan Auggie, Isabel menghentikan semua kegiatan yang berkaitan dengan dirinya. Menurut Olivia, Ia bahkan seola-olah menjadikan Auggie seperti pusat bumi yang berputar didalam hidupnya.

Difilm ini, saya merasa bahwa karakter seorang ibu dibelahan bumi ini terwakili oleh sosok peran Isabel. Menjadi ibu sungguh pekerjaan yang luar biasa. Merasakan setiap beban yang dimiliki anak-anaknya dan mengorbankan segalanya demi anak. Selain itu, terdapat satu adegan dimana mungkin hal tersebut sudah biasa menurut beberapa orang. Saat Auggie pertama kali masuk sekolah dengan nada yang tulus sedikit cemas, Isabel mengatakan bahwa ia mencintai Auggie dan Auggie pun juga membalasnya.

Sumber foto: instagram wonder official

Bagi saya, mengucapkan secara langsung rasa sayang menjadi hal yang tidak biasa. Mungkin karena dikeluarga saya, mengucapkan seperti itu bukan kebiasaan, namun terlepas itu saya sangat tahu dan merasakan ketulusan Ibu mencintai saya lewat cara mendidik dan membesarkan. Tapi secara psikologis, Ibu yang terbiasa mengungkapkan rasa sayangnya secara langsung akan membuat anak merasa benar-benar disayang dan dihargai.

Lanjut, setiap adegan yang dibawakan oleh Isabel selalu mengandung rasa haru bagi penonton. Ditengah alur cerita dari film ini, bukan hanya Auggie yang memiliki masalah. Namun, Olivia yang berada dimasa remaja sempat memiliki konflik dengan Isabel, ibunya sendiri. Nah, dari konflik yang dirasakan Isabel disini menjadi puncak betapa seorang ibu menyayangi anaknya tanpa membeda-beda dengan Auggie.

Alur cerita dan konflik yang dimiliki setiap tokoh dalam film ini menjadi salah satu nilai tambah. Karena setiap konflik pada tokoh tersebut terdapat pesan dan nilai moral yang tersirat. Saya rasa film wonder ini sayang jika terlewatkan begitu saja dibioskop tanpa menontonnya.

Untuk lebih jelasnya lagi, dalam merayakan hari ibu di tanggal 22 Desember ini. Cobalah ambil waktu sengang nonton bersama ibu bahkan sekeluarga. Meskipun sebenarnya pemeran utamanya adalah Auggie. Namun, kisah hubungan antara ibu dan anak begitu terasa jelas tergambarkan dan mengharukan difilm ini.

Review Buku: Perjalanan mencari Kebahagiaan

Buku karangan Francois Lelord yang berjudul Hector and The Search for Happiness yang diterjemahkan oleh Gusti Nyoman bertema tentang kebahagiaan menarik perhatian saya untuk membacanya. Selain tema dari buku ini, alasan lainya yang menambah ketertarikan saya untuk membacanya karena sang penulis, yaitu Francois merupakan seorang psikiater di Perancis yang mendirikan praktik ilmu psikiatri dimana keuntungannya disalurkan untuk biaya operasi jantung bagi anak-anak di Vietnam. Bagi saya, setiap hal yang berkaitan dengan profesi psikiater dan psikolog akan menjadi nilai tambah bagi saya untuk membaca tulisan-tulisan mereka.

Buku ini berkisah tentang perjalanan mencari kebahagiaan. Hector yang merupakan tokoh utama di buku ini merupakan seorang psikiatri yang akan mencari kebahagiaan diberbagai tempat yang ia kunjungi. Pencarian Hector akan ditemani dengan sebuah buku catatan miliknya. Dibuku tersebut, Hector menuliskan setiap pelajaran tentang makna kebahagaiaan yang ia dapatkan dari orang yang ia temui diberbagai tempat persinggahannya.

Setiap kali Hector bertemu dengan orang-orang ditempat yang ia kunjungi akan ada satu daftar tertulis dibuku catatannya mengenai kebahagiaan. Cara Hector menemukan makna kebahagiaan disetiap perjalanannya dijelaskan dan diceritakan sangat lugas. Bahkan, kita sebagai pembaca akan mampu menyimpulkan dengan sendiri makna kebahagiaan dari setiap kisah orang-orang yang ditemui Hector.

Tidak sampai hanya mencari lalu menuliskan makna kebahagiaan dibuku catatannya. Hector kemudian akan bertemu dengan seorang profesor yang ahli dalam bidang kebahagiaan dan memberikan buku catatannya berisi daftar

Kebahagaiaan. Apa yang dilakukan profesor terhadap daftar kebahagiaan tersebut ternyata membantu Hector dalam mengukur kebahagiaan.

Perbedaan dari kebahagiaan dan kesenangan, alasan-alasan yang tak terduga membuat seseorang bahagia, dan bagaimana cara mengukur kebahagiaan dijelaskan dalam buku ini. Menurut saya dengan tema dan alur cerita

yang berhasil menyadarkan dan memaknai kebahagiaan tersebut menjadikan buku ini sebagai salah satu buku Internasional Bestseller.

Pelajaran no. 9: Kebahagiaan adalah mengetahui keluarga kita tidak kekurangan apapun (Hector, Hlm.134)

FILM COCO: Bertemu Keluarga di Dunia Kematian

Dipenghujung Tahun 2017, akhirnya Walt Disney dan Studio Animasi Pixar merilis film animasi terbaru yang berjudul Coco. Awalnya, saya mengetahui film ini lewat salah satu instastory dari Ify Alyssa. Ify yang terkenal lewat dunia musik mendapatkan kesempatan untuk hadir di Gala Premier Film Coco. Ia mengungkapkan perasaannya setelah menonton film tersebut dan meng-cover soundtrack dari film coco. Alhasil, setelah melihat update­-annya saya langsung menonton trailer dan  mencari informasi jadwal penayangan film coco di bioskop. Setelah mengetahui jadwal penayangan film ini, saya termasuk salah satu orang yang tidak sabaran untuk menontonnya apalagi film animasi coco ini merupakan garapan Walt Disney.

Film animasi Coco ini disutradarai oleh Andiran Molina dengan tema adventure dan komedi. Film ini berkisah tentang seorang anak bernama Miguel berusia 12 Tahun yang memiliki mimpi menjadi seorang musisi terkenal seperti idolanya yang telah lama meninggal, yaitu Ernesto De La Cruz. Namun, tentunya untuk mencapai mimpinya tersebut Miguel harus melewati rintangan dari keluarganya sendiri. Keluarga Miguel terkenal sebagai keluarga yang menentang kehadiran musik ditengah-tengah keluarga mereka, semenjak kisah yang dilalui oleh nenek moyang Miguel. Tidak hanya itu, Miguel harus melewati perjalanan yang tak terduga untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut

Sumber foto: http://www.google.com

Berawal dari keinginan Miguel yang ingin mengikuti kompetisi musik, Miguel secara diam-diam menunjukkan sebuah gitar yang ia simpan di balkon rumahnya. Tidak hanya itu, disana juga terdapat kumpulan foto-foto dan video idolanya yaitu Ernesto De La Cruz. Namun, gitar yang ia simpan dihancurkan oleh Mama Imelda. Kesedihan Miguel berubah menjadi tekad yang kuat untuk mencuri gitar yang berada didalam gedung jasad Ernesto. Kedatangan Miguel ke gedung tersebut, bertepatan dengan perayaan hari kematian yang disebut dengan Dia de Muertos mengawali perjalanan Miguel yang tak terduga.

Salah satu hal yang menarik dari film animasi ini, yaitu tentang budaya meksiko yang sangat kental menjadikan alur cerita begitu diperkaya dengan hal yang baru. Lewat film ini, saya lebih mengetahui bahwa di Meksiko terdapat tradisi perayaan Hari Kematian atau  Dia de Muertos. Mereka yang masih hidup akan menyediakan altar dengan cara memasang foto-foto yang telah meninggal di rumah, membersihkan makam, memberikan makanan, dan tak lupa pula bunga berwarna kuning ditaburkan di rumah dan di pemakaman. Bunga warna kuning tersebut bernama marigold (bunga kematian). Bunga ini dipercaya sebagai jembatan yang akan dilewati orang yang telah mati menuju dunia orang yang masih hidup. Namun, tidak semua orang mati dapat melewati jembatan tersebut termasuk dua orang yang telah mati dari keluarga Miguel.

Tepat dihari Dia de Muertos setelah Miguel mengambil gitar sang musisian ternama, tiba-tiba ia berada di dunia orang mati dan bertemu dengan keluarganya yang telah lama meninggal. Ia dapat melihat orang-orang yang telah mati berjalan menyebrangi jembatan. Ditemani dengan keluarganya dan anjing bernama Dante, Miguel juga menyebrangi jembatan tersebut dan melihat dunia kematian yang begitu menakjubkan.

Walk Disney tak pernah main-main untuk menghasilkan animasi yang sangat menarik dan menyungguhkan hal-hal yang unik. Penggambaran dunia kematian yang penuh warna sampai pada kegiatan atau aktivitas orang-orang yang mati begitu jelas, lucu, dan menarik. Salah satu hal yang paling lucu menurut saya adalah hewan-hewan yang dulunya ketika hidup hanya seekor kucing, di dunia kematian kucing tersebut bisa menjadi kucing berbadan harimau dan bersayapkan burung seperti kucing yang bernama Pepita. Jika kalian nonton, kalian akan mengenal Pepita.

Saat Miguel menginjakkan kaki didunia kematian, saat itulah perjalanan yang tak terduga ia mulai. Bertemu dengan Mama Coco yang tak bisa menyebrangi jembatan kematian, Miguel menjelaskan kepada Mama Coco bahwa ia membawa selembar foto Mama Coco, Papa Coco, dan Coco didunia ini. Namun, pada selembar foto itu hanya Papa Coco yang sudah tidak memiliki wajah . Akhirnya, Mama Coco menyuruh Miguel kembali ke dunia untuk menyimpan foto agar Mama Coco bisa menyebrang tapi dengan syarat ia kembali dan tak bisa bermain musik. Miguel tidak terima dan akhirnya memutuskan untuk mencari Papa Coco saja. Tak semudah itu, Miguel harus mendapatkan restu sebelum matahari terbit. Diperjalanan Miguel mencari Papa Coco, yaitu Ernesto De La Cruz. Ia bertemu dengan Hector. Cerita pertemuan antara Miguel dan Hector mengandung makna yang tersirat dalam setiap perjalananya saat mencari Papa Coco, mulai tentang keluarga, cinta, keputusan memilih, hingga pada pengkhianatan.

Hal yang paling berkesan pula dalam perjalanan mereka menurut saya, ternyata didunia kematian, jika keluarga yang masih hidup melupakan orang terdekatnya atau bahkan keluarga yang telah mati, orang tersebut akan hilang didunia kematian karena alasan terlupakan, seperti Hector. selanjutnya, akhir dari perjalanan Miguel didunia kematian mengungkapkan alasan mengapa keluarga Miguel membenci musik, mengapa selembar foto tersebut tak terdapat Papa Coco, dan  siapa idola Miguel yang sebenarnya.

Dengan ending yang tak terduga dan soundtrack film coco yang berjudul “Remember me” mampu membuat penonton dan terutama saya hanyut dalam suasana keharuan dalam film ini. Lirik yang paling menyentuh yaitu  “Remember me don’t let it make you cry, for evan if I;m far away I hold you in my heart”.

Hari Pertama di Kelas Nulis Blog Relawan

Awal bulan Desember ini, Sobat LemINA mengadakan kegiatan yang ditunggu-tunggu setiap tahunnya, yaitu Nulis Blog Relawan. Kegiatan ini dikoordinatori oleh Faizal Nur Syarif atau biasa disapa dengan sebutan Ical. Jumlah relawan yang hadir hari ini sebanyak 12 orang. 
Pertemuan pertama dalam Nulis Blog Relawan ini membahas tentang cara menemukan ide yang difasilitasi oleh Andi Arifayani. Kita sebagai peserta diberikan kertas selembar untuk menuliskan ide yang akan ditulis selama 15 menit. Dari hasil kertas selembar tiap peserta yang dituliskan ternyata banyak ide yang berbeda dan menarik untuk menjadi bahan tulisan. Diantaranya, yaitu ada yang menuliskan ide tentang kegiatan Sobat Lemina yang terakhir, ada tentang review film, generasi milenial, travelling, sampai ada yang ingin menuliskan tentang belajar menjadi orang tua. 


Berbagai ide dari peserta membuktikan bahwa menemukan ide untuk dijadikan sebagai sebuah tulisan sangatlah mudah. Dan tanpa disadari masih banyak ide-ide lainnya dan bahkan lebih menarik selain yang dituliskan oleh peserta di kertas tersebut. Setelah itu, peserta diberi tugas awal untuk mencoba menuliskan mengenai kegiatan hari ini. Dari satu ide yang diberikan oleh fasilitator, alhasil ternyata beragam sudut pandang atau judul yang berbeda-beda dapat bermunculan meskipun ide yang diberikan sama. Saya sendiri menuliskan tentang proses kegiatan Sobat Nulis Relawan, hasil dari tulisan saya adalah tulisan yang dibaca dari awal kalimat dalam tulisan ini. 

Saya sebagai peserta dalam kegiatan ini, bersyukur bisa mengikuti kelas menulis ini karena bisa memulai membangkitkan keinginan menulis saya yang bisa dibilang tergantung dari mood sendiri. Semoga semangat menulis peserta dan untuk diri saya sendiri tidak putus hanya sampai hari ini. 

Beragam Cara Netizen dalam Menanggapi Berita Viral

Akhir-akhir ini media sosial, terutama di instagram, facebook, dan twitter sangat ramai dengan berita-berita yang tiada habisnya untuk dibahas. Beberapa kasus yang menjadi viral dimedia sosial menarik perhatian netizen untuk berkomentar dan bahkan berlomba-lomba mengeluarkan opini mereka dengan update status atau bahkan ikut menuliskan komentar pada akun yang lagi membahas tentang hal-hal viral tersebut. 
Berita yang menjadi viral akhir-akhir ini yaitu kasus mengenai drama setnov, salah satu pablik figur yang memilih lepas hijab dan bahkan penggunaan quote tere liye. Ketiga berita ini begitu mudahnya saya dapatkan diberbagai media sosial dan bahkan di twitter, kasus-kasus tersebut sempat menjadi tranding topic beberapa hari yang lalu. 
Dibalik kasus-kasus mereka yang menjadi viral, saya salah satu netizen yang memilih untuk membaca komentar-komentar netizen lainnya. Mungkin anggapannya hanya buang-buang waktu saja tapi ternyata dengan membaca komentar-komentar netizen yang lainnya menjadi hal menarik dan kadang menjadi hal yang miris. 
Banyak tanggapan-tanggapan netizen yang pasti berbeda dari netizen lainnya meskipun ada juga yang pada intinya sama namun tetap saja cara menyampaikannya berbeda. Sebagai netizen yang memilih untuk membaca komentar-komentar netizen lainnya, menurut saya ada lima macam cara netizen berkomentar di media sosial dalam menanggapi berita viral, yaitu
  1. Netizen kritis. Netizen yang berkomentar dengan pola pikir yang sangat kritis. Netizen ini melihat bahwa suatu berita harus dipastikan terlebih dulu kebenaran dari berita tersebut dan mencari informasi yang lebih akurat, sehingga ada pemanding dari tiap informasi yang lainnya. Contoh komentar dari netizen kritis ini adalah “benar atau salahnya berita diatas, kita tidak boleh langsung mempercayai dan menghakimi mari cari tau dulu berita yang benarnya”.
  2. Netizen positif dan mendukung. Netizen ini selalu mengambil sisi positif dari berita-berita viral yang ada, atau mereka akan menyemangati dan mendukung keputusan yang diambil dari postingan tersebut. Contohnya kasus mengenai salah satu publik figur yang memutuskan lepas hijab. Netizen ini akan berkomentar seperti ini, “apapun keputusan mba semoga itu yang terbaik, kita ngak tau posisi mba sampai memutuskan untuk melakukannya, tapi semoga mba selalu diberikan kebaikan dan semoga bisa kembali istiqamah”. 
  3. Netizen asal ngomong. Netizen ini yang paling merajalela atau paling sering saya temui disetiap postingan di media sosial. Jangankan berita viral, postingan-postingan yang sebenarnya biasa saja bakalan jadi luar biasa komentarnya. Netizen ini paling banyak ditemui di kolom komentar postingan publik figur atau orang-orang yang terkenal lewat media sosialnya. Mungkin mereka sebagian berniat untuk saling mengingatkan namun sadar atau tidak sadar kadang caranya bisa menimbulkan penyakit hati bahkan bisa saja sampai terjadi fitnah. 
  4. Netizen komentari netizen. Nah, netizen yang satu ini berbeda dengan netizen yang lainnya. Netizen ini muncul dikolom komentar bukan untuk megomentari postingan-postingan yang ada. Tapi, netizen ini mengomentari komentar netizen yang lainnya. Ada yang membela netizen, ada yang melengkapi komentar netizen yang lainnya, ada yang tidak setuju dengan komentar netizen dan bahkan sampai terjadi pertengkaran sesama netizen. Ampun deh dengan netizen yang sampai saling memusuhi karena perbedaan pendapat padahal ketemu didunia nyata saja belum pernah tapi, di dunia maya udah saling bermusuhan aja. 
  5. Netizen numpang lewat. Yaps, dibalik beragam netizen ada satu netizen yang bisa dibilang cuman numpang lewat, yaitu netizen online shop. Ngak ada salahnya netizen ini, mereka cuman melihat peluang-peluang sebagai pebisnis. Netizen ini juga bisa sebagai iklan untuk netizen yang lainnya biar komentar-komentar netizen yang lagi berkoar-koar bisa terhenti dan membaca produk yang ditawarkan oleh mereka. 
Kelima macam netizen diatas akan sering dijumpai di media sosial. Kita sebagai pengguna media sosial harus bisa menjadi netizen yang saling menghargai postingan orang lain. Jika tidak sesuai dengan apa yang kita yakini atau apa yang dianggap benar dari segi hukum, agama, dan budaya yang kita anut. Tak sepantasnya kita harus menjadi netizen yang mempunyai pemikiran pendek dan sesuka hati menjudget begitu saja tanpa memposisikan diri kita dengan mereka dengan postingannya. 
Dari kesimpulan saya mengenai cara netizen menanggapi dan berkomentar diberita-berita viral atau postingan-postingan yang ada, kira-kira kalian termasuk yang mana guys?
Jika ada yang tidak sependapat dengan tulisan saya, mohon jangan jadi netizen urutan nomor tiga yah, saya cuman nulis kok, lagian saya bukan publik figur bahkan ngak viral. Saya cuman netizen biasa juga 😆✌🏻

Koordinator Bermodalkan Tekad

         Beberapa tahun yang lalu, saya pertama kalinya diberikan amanah sebagai koordinator kegiatan dari lembaga yang saya ikuti di kampus. Kegiatan ini tidak terlalu besar hanya saja kegiatan ini merupakan kegiatan yang pertama dilaksanakan diawal kepengurusan kami.  Selain kegiatan pertama, kegiatan ini juga merupakan kegiatan yang pertama kalinya, saya menjadi koordinator kegiatan. Awalnya, secara spontan tentu saya menolaknya sebab saya tak punya kemampuan untuk menjadi koordinator bahkan saya juga tidak tau apa saja yang harus dilakukan ketika menjadi koordinator. Namun, dengan dorongan dan kepercayaan teman-teman pengurus, saya mencoba mengemban amanah tersebut. Tapi, hal tersebut tidak membuat saya merasa percaya diri, justru ada kekhawatiran didalamnya dan bahkan ketakutan tentang hal-hal buruk yang akan terjadi saat kegiatan berlangsung. Harus saya akui, menjadi koordinator merupakan tantangan terbesarku dalam berorganisasi saat itu. Jujur saja, saya adalah orang yang mungkin lebih memilih mengerjakan apapun itu selain menjadi koordinator. Didalam pemikiranku, sungguh menjadi koordinator itu tak enak rasanya, ia harus bertanggungjawab penuh pada kegiataan tersebut.

    Dengan hanya bermodalkan tekad, saya berharap kepada teman-teman untuk membantu mempersiapkan hal-hal yang dibutuhkan untuk kegiatan. Saya memulai dengan cara membentuk tim dan memilih beberapa teman untuk dijadikan sebagai penanggungjawab setiap seksi. Mulai dari seksi acara, seksi perlengkapan, dan seksi dana serta konsumsi. Beberapa hari setelah pembentukan tim tersebut, kinerja kami belum kelihatan. Dikarenakan, beberapa teman yang telah dipilih tersebut belum mengerjakan tugasnya masing-masing. Semenjak itu, saya mulai cemas. Bingung harus bagaimana apalagi saya merasa tidak enak ketika harus menyuruh mereka untuk segera menyelesaikan tugasnya. Hari semakin berlalu, sisa dua minggu yang harus digunakan untuk menyelesaikan segala persiapan untuk kegiatan. Ini benar-benar membuatku mulai lebih panik. Benar saja, bayangkan dana belum cukup untuk membeli perlengkapan yang dibutuhkan sedangkan susunan acara belum fix dan beberapa teman-teman juga mulai lebih sibuk dengan tanggungjawabnya sebagai pengurus.
        Tak ada jalan lain. Keesokan harinya, saya berinisiatif sendiri mencari dana untuk keperluan kegiatan dengan cara menjual kue di mahasiswa-mahasiswa lainnya. Mulai dari itu sedikit demi sedikit dana kegiatan sudah ada. Sore harinya, saya mengadakan rapat untuk membahas sejauhmana persiapan kegiatan telah rampung dan disaat itupun saya  mengharapkan teman-teman untuk lebih serius dalam kegiatan ini. Saya rasa, jika hanya saya yang serius mempersiapkan kegiatan ini, tentu kegiatan tersebut bukan untuk lembaga tapi untuk saya sendiri. Salah satu keburukanku menjadi koordinator adalah saya takut menyampaikan perasaaan  sendiri dan keinginanku karena saya masih lebih mementingkan rasa tidak enak untuk menyuruh teman-teman mengerjakan tanggungjawab untuk kegiatan tersebut. Selepas rapat, ternyata teman-teman sadar akan tugasnya dan keesokan harinya mereka mulai mengerjakan tugasnya masing-masing dan ini membuatku lebih tenang dan bersyukur. Dalam melaksanakan suatu kegiatan, mengadakan rapat merupakan salah satu yang terpenting dikarenakan dari hasil rapat, ada ide yang disetujui, ada evaluasi  yang harus dilakukan, dan hal-hal yang akan dikerjakan selanjutnya.  Sisa satu hari, kegiatan akan berlangsung. Persiapan telah lengkap, mulai dari susunan acara hingga perlengkapan untuk kegiatan, dan peserta yang akan hadir pada kegiatan. Kegiatan tersebut berlangsung dengan lancer selama dua hari berkat tim yang telah melaksanakan kewajibannya dengan baik.
        Tentu saja, menjadi koordinator tidaklah mudah. Perlu kerjasama yang kuat didalamnya. Kita harus tau kapan sifat ketidakenakkan kita harus muncul dan kapan tidak. Tapi, harus diketahui bahwa tak perlu menyembunyikan diri dan menolak untuk mencoba hal yang baru. Menurut saya, Kekhwatiran yang besar tentu saja akan selalu beriringan dengan diberikannya tanggungjawab yang besar tapi akan redah jika kita punya kekuatan yang lebih besar untuk belajar mencoba hal yang baru. Menjadi koordinator untuk pertama kalinya tentu banyak pembelajaran yang bisa saya ambil.