FILM COCO: Bertemu Keluarga di Dunia Kematian

Dipenghujung Tahun 2017, akhirnya Walt Disney dan Studio Animasi Pixar merilis film animasi terbaru yang berjudul Coco. Awalnya, saya mengetahui film ini lewat salah satu instastory dari Ify Alyssa. Ify yang terkenal lewat dunia musik mendapatkan kesempatan untuk hadir di Gala Premier Film Coco. Ia mengungkapkan perasaannya setelah menonton film tersebut dan meng-cover soundtrack dari film coco. Alhasil, setelah melihat update­-annya saya langsung menonton trailer dan  mencari informasi jadwal penayangan film coco di bioskop. Setelah mengetahui jadwal penayangan film ini, saya termasuk salah satu orang yang tidak sabaran untuk menontonnya apalagi film animasi coco ini merupakan garapan Walt Disney.

Film animasi Coco ini disutradarai oleh Andiran Molina dengan tema adventure dan komedi. Film ini berkisah tentang seorang anak bernama Miguel berusia 12 Tahun yang memiliki mimpi menjadi seorang musisi terkenal seperti idolanya yang telah lama meninggal, yaitu Ernesto De La Cruz. Namun, tentunya untuk mencapai mimpinya tersebut Miguel harus melewati rintangan dari keluarganya sendiri. Keluarga Miguel terkenal sebagai keluarga yang menentang kehadiran musik ditengah-tengah keluarga mereka, semenjak kisah yang dilalui oleh nenek moyang Miguel. Tidak hanya itu, Miguel harus melewati perjalanan yang tak terduga untuk dapat mewujudkan mimpinya tersebut

Sumber foto: http://www.google.com

Berawal dari keinginan Miguel yang ingin mengikuti kompetisi musik, Miguel secara diam-diam menunjukkan sebuah gitar yang ia simpan di balkon rumahnya. Tidak hanya itu, disana juga terdapat kumpulan foto-foto dan video idolanya yaitu Ernesto De La Cruz. Namun, gitar yang ia simpan dihancurkan oleh Mama Imelda. Kesedihan Miguel berubah menjadi tekad yang kuat untuk mencuri gitar yang berada didalam gedung jasad Ernesto. Kedatangan Miguel ke gedung tersebut, bertepatan dengan perayaan hari kematian yang disebut dengan Dia de Muertos mengawali perjalanan Miguel yang tak terduga.

Salah satu hal yang menarik dari film animasi ini, yaitu tentang budaya meksiko yang sangat kental menjadikan alur cerita begitu diperkaya dengan hal yang baru. Lewat film ini, saya lebih mengetahui bahwa di Meksiko terdapat tradisi perayaan Hari Kematian atau  Dia de Muertos. Mereka yang masih hidup akan menyediakan altar dengan cara memasang foto-foto yang telah meninggal di rumah, membersihkan makam, memberikan makanan, dan tak lupa pula bunga berwarna kuning ditaburkan di rumah dan di pemakaman. Bunga warna kuning tersebut bernama marigold (bunga kematian). Bunga ini dipercaya sebagai jembatan yang akan dilewati orang yang telah mati menuju dunia orang yang masih hidup. Namun, tidak semua orang mati dapat melewati jembatan tersebut termasuk dua orang yang telah mati dari keluarga Miguel.

Tepat dihari Dia de Muertos setelah Miguel mengambil gitar sang musisian ternama, tiba-tiba ia berada di dunia orang mati dan bertemu dengan keluarganya yang telah lama meninggal. Ia dapat melihat orang-orang yang telah mati berjalan menyebrangi jembatan. Ditemani dengan keluarganya dan anjing bernama Dante, Miguel juga menyebrangi jembatan tersebut dan melihat dunia kematian yang begitu menakjubkan.

Walk Disney tak pernah main-main untuk menghasilkan animasi yang sangat menarik dan menyungguhkan hal-hal yang unik. Penggambaran dunia kematian yang penuh warna sampai pada kegiatan atau aktivitas orang-orang yang mati begitu jelas, lucu, dan menarik. Salah satu hal yang paling lucu menurut saya adalah hewan-hewan yang dulunya ketika hidup hanya seekor kucing, di dunia kematian kucing tersebut bisa menjadi kucing berbadan harimau dan bersayapkan burung seperti kucing yang bernama Pepita. Jika kalian nonton, kalian akan mengenal Pepita.

Saat Miguel menginjakkan kaki didunia kematian, saat itulah perjalanan yang tak terduga ia mulai. Bertemu dengan Mama Coco yang tak bisa menyebrangi jembatan kematian, Miguel menjelaskan kepada Mama Coco bahwa ia membawa selembar foto Mama Coco, Papa Coco, dan Coco didunia ini. Namun, pada selembar foto itu hanya Papa Coco yang sudah tidak memiliki wajah . Akhirnya, Mama Coco menyuruh Miguel kembali ke dunia untuk menyimpan foto agar Mama Coco bisa menyebrang tapi dengan syarat ia kembali dan tak bisa bermain musik. Miguel tidak terima dan akhirnya memutuskan untuk mencari Papa Coco saja. Tak semudah itu, Miguel harus mendapatkan restu sebelum matahari terbit. Diperjalanan Miguel mencari Papa Coco, yaitu Ernesto De La Cruz. Ia bertemu dengan Hector. Cerita pertemuan antara Miguel dan Hector mengandung makna yang tersirat dalam setiap perjalananya saat mencari Papa Coco, mulai tentang keluarga, cinta, keputusan memilih, hingga pada pengkhianatan.

Hal yang paling berkesan pula dalam perjalanan mereka menurut saya, ternyata didunia kematian, jika keluarga yang masih hidup melupakan orang terdekatnya atau bahkan keluarga yang telah mati, orang tersebut akan hilang didunia kematian karena alasan terlupakan, seperti Hector. selanjutnya, akhir dari perjalanan Miguel didunia kematian mengungkapkan alasan mengapa keluarga Miguel membenci musik, mengapa selembar foto tersebut tak terdapat Papa Coco, dan  siapa idola Miguel yang sebenarnya.

Dengan ending yang tak terduga dan soundtrack film coco yang berjudul “Remember me” mampu membuat penonton dan terutama saya hanyut dalam suasana keharuan dalam film ini. Lirik yang paling menyentuh yaitu  “Remember me don’t let it make you cry, for evan if I;m far away I hold you in my heart”.

Iklan

5 tanggapan untuk “FILM COCO: Bertemu Keluarga di Dunia Kematian

  1. Nice post gan

    Jadi ingat dalam Al-Qur’an juga di jelaskan untuk orang-orang beriman akan dipertemukan dengan keluarganya di surga. Lebih jelasnya pada QS. Ar-Ra’d : 22-24

    Disukai oleh 1 orang

  2. saya paling suka yang tentang tak ada yang ingat kita di ofrenda (dunia nyata) maka kita kaan menghilang , itu yg disebut dengan kematian akhir.. hiks di situ mulai sedihhh .
    btw salam kenal yaa. reviewnya bagus ^^

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s